Minggu, 05 Februari 2017

ANALISIS JURNAL
KEANEKARAGAMAN FAUNA TANAH
DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
SEBAGAI BIOINDIKATOR TANAH BERSULFUR TINGGI
Oleh : Dwi Suheriyanto
Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang
  • ·         Kehidupan fauna tanah sangat tergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat ditentukan oleh keadaan daerah tersebut.
  •       Fauna tanah merupakan salah satu kelompok heterotrof utama di dalam tanah. Proses dekomposisi dalam tanah tidak akan mampu berjalan cepat bila tidak ditunjang oleh kegiatan fauna tanah.  
  • ·         Keberadaan fauna dalam tanah sangat tergantung pada ketersediaan energi dan sumber makanan untuk melangsungkan hidupnya, seperti bahan organik dan biomassa hidup yang semuanya berkaitan dengan aliran siklus karbon dalam tanah.
  • ·         Fauna tanah yang diperoleh dari daerah Bromo ada 6 ordo, yang terbagi dalam 12 famili, Ordo yang banyak ditemukan di daerah Bromo adalah ordo Araneida, yaitu ada 7 famili. Jumlah fauna terbanyak ditemukan pada famili Formicidae.
  • ·         Daerah Jemplang ada 8 ordo, yang terbagi dalam 15 famili, dan dari daerah Penanjakan ada 7 ordo, yang terbagi dalam 19 famili. Fauna tanah yang diperoleh dari daerah Jemplang ada 8 ordo, yang terbagi dalam 15 famili. Ordo yang banyak ditemukan di daerah Jemplang adalah ordo Araneida, yaitu ada 6 famili. Jumlah fauna terbanyak ditemukan pada famili Mesoveliidae.
  • ·         Fauna tanah yang diperoleh dari daerah Penanjakan ada 7 ordo, yang terbagi dalam 19 famili. Ordo yang banyak ditemukan di daerah Penanjakan adalah ordo Araneida, yaitu ada 11 famili. Jumlah fauna terbanyak ditemukan pada famili Formicidae.
  • ·         Indeks keanekaragaman fauna di daerah Bromo paling rendah, hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahya pH tanah, bahan organik tanah dan rasio C/N sedangkan total Sulfur tanah sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan tumbuhan yang berperan sebagai produsen tidak mampu tumbuh dengan baik, sehingga fauna yang berada pada tingkat trofik yang lebih tinggi jumlahnya terbatas.
  • ·         Keanekaragaman fauna tanah di daerah gunung Bromo paling rendah jika dibandingkan daerah lainnya, dengan indeks keanekaragaman 2,07. Daerah Jemplang memiliki indeks keanekaragaman 2,35 dan daerah Penanjakan memiliki indeks keanekaragaman fauna tanah tertinggi, yaitu 2,73.
  • ·         Daerah gunung Bromo memiliki total Sulfur 74,683 mg/1000g tanah dan merupakan daerah penelitian dengan sulfur tertinggi. Fauna tanah yang dapat digunakan sebagai bioindikator tanah bersulfur tinggi adalah ordo Brachyderinae untuk indikator keberadaan fauna dan Mesoveliidae untuk bioindikator ketidakadaan fauna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar