INTERAKSI, KEDUDUKAN RELUNG EKOLOGI DAN NICHE SPESIES
Organisme tidak dapat hidup sendiri di alam, tetapi selalu
bersama-sama dengan spesies lain, akan tetapi pada beberapa spesies, kehadiran
spesies lain tidak berpengaruh, tetapi pada beberapa kasus, spesies-spesies
tersebut akan saling berinteraksi. Keberadaan interaksi ini menuju satu arah
yaitu populasi suatu spesies akan berubah dengan kehadiran spesies kedua
Istilah relung (nische) pertama kali dikemukakan oleh Joseph
Grinnell pada tahun 1917. Menurut Grinner, relung merupakan bagian dari habitat
yang disebut dengan mikrohabitat. Dengan pandangan seperti ini, Grinnell
mengatakan bahwa setiap relung hanya dihuni oleh satu spesies. Pandangan relung
yang dikemukakan oleh Grinnell inilah yang disebut dengan relung habitat.
Contoh, jika kita mengatakan relung habitat dari kalajengking, maka kita akan
menjelaskan mikrohabitat kalajengking tersebut. Dengan demikian kitaharus
menjelaskan pada suhu dan kelembaban berapa kalajengking hidup, apakah dia
tahan terhadap cahaya atau tidak, apakah dia hidup di tanah dalam lubang, atau
di pohon, dan sebagainya.
Setelah Grinnell, Charles Elton (1927) secara terpisah
menyatakan bahwa relung merupakan fungsi atau peranan spesies di dalam
komunitasnya. Maksud dari fungsi dan peranan ini adalah kedudukan suatu spesies
dalam komunitas dalam kaitannya dengan peristiwa makan memakan dan pola-pola
interaksi yang lain. Inilah yang disebut dengan relung trophik. Sebagai contoh
kalau kita menyatakan relung trophik dari katak sawah, maka kita harus
menjelaskan bahwa katak itu makan apa dan dimakan oleh siapa, apakah dia
herbivore, karnivora, atau omnivore, apakah dia bersifat competitor bagi yang
lain, dll.
Berbeda dengan Elton, maka Hutchinson(1958) menyatakan bahwa
relung adalah kisaran berbagai variabel fisik dan kimia serta peranan biotik
yang memungkinkan suatu spesies dapat survival dan berkembang di dalam suatu
komunitas. Inilah yang disebut dengan relung multidimensi (hipervolume).
Sependapat dengan pengertian relung ini, maka Kendeigh (1980) menyatakan bahwa
relung ekologik merupakan gabungan khusus antara factor fisiko kimiawi
(microhabitat) dengan kaitan biotik (peranan) yang diperlukan oleh suatu
spesies untuk aktifitas hidup dan eksistensi yang terus menerus di dalam
komunitas. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa relung multidimensi
merupakan gabungan dari relung habitat dan relung trophik. Sebagai contoh,
kalau menyatakan relung multidimensi dari tikus sawah, berarti kita menjelaskan
tentang mikrohabitatnya dan sekaligus menjelaskan tentang apa makanannya dan
siapa predatornya, dll.
relung ekologi (ecological niche) adalah jumlah total semua
penggunaan sumberdaya biotik dan abiotik oleh organisme di lingkungannya. Salah
satu cara unuk menangkap konsep itu adalah melalui analogi yang dibuat oleh
ahli ekologi Eugene Odum :
Jika habitat suatu organisme adalah alamatnya, relung adalah
pekerjaannya. Dengan kata lain, relung suatu organisme adalah peranan ekologisnya
bagaimana ia “cocok dengan” suatu ekosistem. Relung suatu populasi kadal pohon
tropis, misalnya terdiri dari banyak variabel, antara lain kisaran suhu yang
dapat ia tolerir, ukuran pohon dimana ia bertengger, waktu siang hari ketika ia
aktif, serta ukuran dan jenis serangga yang ia makan.
Istilah relung fundamental (fundamental niche) mengacu pada
kumpulan sumberdaya yang secara teoristis mampu digunakan oleh suatu populasi
dibawah keadaan ideal. Pada kenyataannya, masing-masing populasi terlibat dalam
jaring-jaring interaksi dengan populasi spesies lain, dan pembatas biologis,
seperti kompetisi, predasi, atau ketidakhadiran beberapa sumberdaya yang dapat
digunakan, bisa memaksa populasi tersebut untuk hanya menggunakan sebagian
relung fundamentalnya. Sumberdaya yang sesungguhnya digunakan oleh suatu
populasi secara kolektif disebut relung realisasi (realized niche)–nya.
Sekarang kita dapat menyatakan kembali prinsip eksklusi
kompetitif untuk menyatakan bahwa dua spesies tidak dapat hidup bersama-sama
dalam suatu komunitas jika relungnya identik. Akan tetapi, spesies yang secara
ekologis serupa, dapat hidup bersama-sama dalam suatu komunitas, jika terdapat
satu atau lebih perbedaan yang berarti dalam relung mereka.
Bila dua spesies bergantung pada sumber tertentu dalam
lingkungannya, maka mereka saling bersaing untuk mendapatkan sumber tersebut.
Yang paling sering terjadi, sumber yang diperebutkan tersebut adalah makanan,
tetapi dapat pula hal-hal seperti tempat berlindung, tempat bersarang, sumber
air, dan tempat yang disinari matahari (untuk tumbuhan). Semua persyaratan
ekologis suatu spesies merupakan relung ekologis spesies tersebut.
Relung ekologis suatu organisme harus tersedia di dalam
habitatnya. Akan tetapi, konsep relung menyangkut pertimbangan yang tidak hanya
sekedar tempat tinggal organisme. Kedudukan yang ditempati oleh suatu spesies
di dalam jaring-jaring makanan merupakan faktor utama dalam menentukan relung
ekologisnya. Tetapi faktor lain juga ikut terlibat. Sebagai contoh kisaran
suhu, kelembaban, salinitas dan sebagainya, yang dapat diterima oleh setiap dua
spesies dalam suatu habitat untuk ikut menentukan relung ekologisnya. Dengan
mengetahui alamat (habitat) seseorang, maka kita tahu ke mana kita cari orang
tersebut, tetapi jika kita mengetahui pekerjaan, hobi, dan cara-cara bagaimana
orang itu bergaul dengan orang lain dalam masyarakat, kita akan mengetahui
lebih banyak lagi mengenai orang tersebut. Demikian pula, relung ekologis
seekor hewan meliputi semua aspek dari kedudukan yang ditempati oleh hewan
tersebut di dalam ekosistem tempat ia hidup.
Niche adalah jumlah persyaratan habitat yang memungkinkan
suatu spesies untuk bertahan dan menghasilkan keturunan
Definisi singkat dari niche adalah bagaimana sebuah
organisme membuat kehidupan. Niche ekologi menjelaskan bagaimana organisme atau
populasi menanggapi distribusi sumber daya dan pesaing (misalnya, dengan
menumbuhkan ketika sumber daya yang melimpah, dan ketika predator, parasit dan
patogen langka) dan bagaimana hal itu pada gilirannya mengubah faktor-faktor
yang sama (misalnya, membatasi akses ke sumber daya dengan organisme lain,
bertindak sebagai sumber makanan bagi predator dan konsumen mangsa). Spesies
yang berbeda tidak dapat menempati niche yang sama (atau guild). niche adalah
segmen yang sangat spesifik ecospace ditempati oleh spesies tunggal.
Terdapat tiga pendekatan utama bagi pembentukan populasi
baru tumbuhan maupun hewan, yaitu:
Reintroduksi yaitu upaya melepaskan organisme hasil
penangkaran atauun tangkapan ke daerah sebaran asal yang pernah mengalami
kepunahan spesies tersebut. Tujuannya adalah untuk menciptakan populasi bari di
lingkungan asalnya dan memperbaiki ekosistem yang rusak.
Penambahan (Augmentasi) yaitu upaya melepas individu beri ke
suatu populasi untuk menambah atau meningkatkan ukuran populasi tersebut maupun
kumpulan gennya. Individu yang dilepaskan tersebut dapat berupa hasil dari
penangkapan maupun penangkaran.
Introduksi yaitu mencakup pemindahan satwa dan tumbuhan ke
daerah diluar sebaran alaminya. Pendekatan ini perlu dilakukan bila lokasi
mengalami kerusakan sehingga spesies tersebut tidak mampu bertahan atau
mengalami degradasi sehingga menyulitkan keberlangsungan hidup spesies
tersebut.
Pemaparan materi sudah bagus. Saran saya lebih dirapikan tulisannya sehingga lebih enak dibaca
BalasHapusTerima kasih :)
Sebaiknya informasi disajikan dalam bentuk tabel pembeda kak, sehingga lebih mudah dipahami
BalasHapus